Kultum : Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan Penuh Berkah

selamat-ramadhan

Puasa pada bulan Ramadhan ini sangatlah dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Hal tersebut karena di bulan suci ini banyak sekali keutamaan serta hikmah di dalamnya. Hikmah berpuasa yang kita dapatkan ini tentunya berkaitan erat dengan amalan puasa yang kita jalani dan tentunya amalan pada puasa ramadhan bukanlah hanya menahan makan dan minum saja, melainkan juga menjalankan amalan ibadah Ramadhan lainnya, seperti bersedekah, itikaf, silaturahmi, saling memaafkan, lebih bersyukur dan lain-lain.

Pada siang hari yang berbahagia kali ini, Pak Budiyono (Kepala Seksi MSKI – KPPN Jakarta VII) yang diberikan waktu untuk mengisi Kultum di Masjid Nurul Iman Gedung Kanwil DJPBN Prop. DKI Jakarta, Selasa 23 Juni 2015 menyampaikan bahwa dalam menjalankan ibadah puasa, dapat diibaratkan seperti sebuah pendakian untuk mencapai puncak gunung.

pakbudiyono1
Sedangkan orang-orang yang menjalankan ibadah puasa dapat diibaratkan sebagai para pendaki. Pendaki-pendaki tersebut dapat digolongkan menjadi empat golongan yaitu sebagai berikut :

1. Golongan pertama adalah para pendaki yang baru melakukan pendakian sebentar, tetapi sudah menyerah untuk melanjutkan pendakian. Padahal di dalam pendakian tersebut jalannya masih landai, masih banyak pepohonan rimbun untuk melindungi dari panas, dan belum ada rintangan-rintangan yang berat,

2. Golongan kedua adalah para pendaki yang mampu mendaki sampai tengah-tengah perjalanan, tapi saat mereka menemukan tempat yang nyaman untuk berteduh, saat mereka menemukan pemandangan yang indah di perjalanan pendakian, dan akhirnya mereka memilih untuk menghentikan pendakian karena mereka sudah cukup puas dengan pemandangan yang  mereka lihat. Mereka lupa atas tujuan semula, yaitu melakukan pendakian untuk mencapai puncak gunung,

3. Golongan ketiga adalah para pendaki yang mampu mencapai puncak gunung, dan akhirnya mereka mendapat pemandangan yang sangat indah di puncak gunung,

4. Golongan keempat adalah para pendaki sejati, yaitu para pendaki yang setelah mencapai puncak, mereka melihat sekeliling dan gunung-gunung lain, dan mereka merencanakan untuk mendaki semua gunung-gunung tersebut.

Jika diumpamakan dengan orang-orang yang menjalankan ibadah puasa, maka golongan pertama menggambarkan orang-orang tidak menyelesaikan kewajiban puasanya, atau bahkan orang-orang yang tidak menjalankan ibadah puasa sama sekali. Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang pesimis dan mudah berputus asa. Orang-orang tersebut berpikir bahwa puasa itu berat dan sulit untuk dijalankan tanpa mencobanya sekalipun.

Golongan kedua menggambarkan orang-orang yang mampu menyelesaikan kewajiban puasanya, tapi orang-orang tersebut tidak mencapai tujuan dari pelaksanaan puasa tersebut, yaitu peningkatan keimanan dan ketaqwaan. Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang terlalu cepat puas, padahal masih banyak pencapaian lain yang dapat mereka raih apabila mereka mau berusaha.

Golongan ketiga menggambarkan orang-orang yang mampu menyelesaikan kewajiban puasanya, dan orang-orang tersebut mencapai tujuan dari pelaksanaan puasa, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan mereka. Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang optimis bahwa mereka mampu untuk mencapai suatu tujuan dan menyelesaikan sampai dengan tuntas dengan mendapat nilai tambah yang baik.

Sedangkan golongan keempat yang diumpamakan pendaki sejati adalah orang-orang yang bertambah keimanan dan ketaqwaannya setelah menjalankan puasa, tapi mereka tidak berhenti cukup sampai situ aja. Setelah ibadah puasa selesai, mereka menetapkan target-target dan tujuan-tujuan lain yang ingin mereka capai dalam meningkatkan keimanan dan melaksanakan hal-hal mulia.

Jadi, simpulan yang dapat ditarik diakhir kultum ini adalah, saat menjalankan ibadah puasa, minimal kita harus berprinsip seperti golongan ketiga, yaitu memenuhi kewajiban puasa dan mencapai tujuan pelaksanaan puasa, yaitu peningkatan keimanan dan ketaqwaan. Alangkah lebih baiknya jika kita bisa berprinsip seperti golongan keempat, yaitu memenuhi kewajiban puasa mencapai tujuan pelaksanaan puasa, dan setelah puasa selesai, kita berusaha mencapai tujuan-tujuan lain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita, memberikan teladan bagi sesama kita. (Kontributor : Andrian Bayu Krisna)

Semoga menjadi tambahan ilmu bagi kita semua. Amin.
*******

Print Friendly

2 Responses to Kultum : Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan Penuh Berkah

  1. Wah kangennya… tahun lalu pak Dono yg kultumnya dimuat…
    Semoga KPPN Jakarta 7 makin maju dan berkah, aamiin :)

    • KPPN Jakarta VII says:

      Salam hangat selalu. Tetap menjadi cahaya yang menyejukkan dimanapun kita berada.

      Terima kasih atas perhatian dan supportnya. Best Regards.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × two =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>